Okay, err... I'll try to put everything inside my head right now into one nice sentence..
"I wish I was not emo right now."
Lol, which part of that sentence is nice?
"I wish I had a number in my phone which I can call whenever I need to talk."
No, strike that. (Ah, somebody just logged in to the MSN, is it a sign?)
"I wish I was not alone."
Sounds better, but still doesn't have the essence I am trying to convey.
"I wish you were here."
Yucks, missing the more important point.
"I wish I could be with you."
Nah, sounds a bit too regretful.
"Can anyone sing me 'Here for you'"?
... still not there yet.
AH!
"Still not there yet; am I ever gonna be there?? I wish I was over with it."
Yes.
You complain that there are two sentences there?!? Well, I said I'd try...
hah~~ ga baik, ga baik...
Friday, October 9, 2009
Wednesday, September 16, 2009
3 hal yang paling gueh benci di kamar gueh, so far... (part 2)
Pertama-tama, biar gueh mulai post ini dengan ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang maha esa atas kesempatan yang diberikan-Nya hari ini, di mana gueh boleh menuangkan sebagian kebencian dan ketidaksenangan di dalam hati gueh yang semata-mata hanya atas rahmat-Nya berhasil gueh redam selama ini.
Kali ini, merupakan sebuah kehormatan bagi gueh untuk berbagi dengan juragan-juragan sekalian hal kedua yang selalu berhasil membangkitkan kebencian gueh dari dasar hati gueh.
Sebelum juragan-juragan berpikir lebih jauh, sudilah menyisihkan sejenak waktu untuk mengikuti gueh memasuki alam ingatan gueh.
Dengan segala hormat, bayangkan juragan-juragan sekalian berada di posisi gueh: seorang pelajar yang penuh semangat yang setiap hari membanting tulang di sekolah demi masa depan yang lebih baik. Setiap hari merupakan medan peperangan di mana sedikit kelengahan boleh menyebabkan kegagalan di kemudian hari. Dan dengan prinsip ini di kepala, juragan-juragan berangkat sekolah dengan semangat yang lebih membara daripada semangat '45 dan pulang sekolah dengan keletihan yang lebih sulit dihapuskan daripada korupsi di tanah air.
Juragan-juragan menyeret kaki selama seperempat jam dari kereta untuk mencapai kamar juragan-juragan. Kamar yang dinanti-nanti, kamar yang seharusnya membawa ketenangan jiwa dan menjadi tempat menanggalkan segala beban batin yang terakumulasi setelah menantang ajal di medan perang. Kamar yang selalu menguatkan hati Anda untuk mengakhiri setiap hari Anda sebagai seorang pemenang. Kamar yang menjadi tujuan Anda setiap kali Anda menapakkan kaki untuk berangkat setiap pagi. Kamar yang bisa Anda sebut rumah.
. . .
Dan tebak apa yang juragan-juragan lihat?

Roommate-roommate Anda sedang tertidur dengan pulasnya, disinari matahari yang lembut, dibelai oleh buaian angin yang hangat, dengan wajah yang dipenuhi oleh kedamaian yang begitu dashyat seakan semua orang di Indonesia telah berada di atas garis kemiskinan. Tidak ada jejak-jejak kelelahan ataupun kesulitan di kamar Anda. Tak terlupa, kasur Anda yang begitu Anda rindukan pun tak luput dari mereka: kasur Anda ditiduri tanpa permisi Anda. Anda diam terpaku di ambang pintu, merasakan tetesan-tetesan peluh merayap turun di leher Anda dan kemarahan memanjat naik keluar dari dalam dada Anda.
Merasakan aura membunuh yang cukup kuat, satu persatu pun mulai bangun. Juragan yang "meminjam" ranjang Anda pun berkata:
"Eh, gw pinjem ranjang lo yah. Thanks!"
. . .
Juragan yang tidur topless pun berkata:
"Uwoohh!! Gila tadi sekolah cape banget! Gw sampai ketiduran 3 jam gara-gara kecapean!"
. . .
Juragan yang satu lagi tidak bangun, menekankan sekali lagi kepada Anda bahwa dia benar-benar sedang pulas.
. . .
Dan Anda pun hanya bisa terdiam, tercengang akan ketidakadilan yang begitu pekat menghiasi hari-hari Anda.
AAAAAAAAAARRRRRRRRRGGGGHHHHHHHHHH!!!
Gueh benar-benar tidak mengerti mengapa ketidakadilan seakan menggencet gueh dan mengapa ketidakadilan itu bisa memakai orang-orang di sekitar gueh dengan mudahnya dan mengapa orang-orang di sekitar gueh malah terlihat menikmati ketidakadilan ini.
Akhir kata, terima kasih telah membaca post gueh yang ini. Patut gueh ingatkan sekali lagi bahwa tujuan gueh menulis ini adalah untuk menyampaikan kebencian saya, bukan untuk berusaha mengusulkan langkah-langkah untuk memberantas ketidakadilan. Sekali lagi terima kasih. Apabila ada kata yang tidak berkenan di hati juragan-juragan, harap dimengerti bahwa gueh sama sekali tidak menyesal since I mean everything I write here.
Wassalamualaikum, Tuhan memberkati.
hah~~ ga baik, ga baik...
Kali ini, merupakan sebuah kehormatan bagi gueh untuk berbagi dengan juragan-juragan sekalian hal kedua yang selalu berhasil membangkitkan kebencian gueh dari dasar hati gueh.
Sebelum juragan-juragan berpikir lebih jauh, sudilah menyisihkan sejenak waktu untuk mengikuti gueh memasuki alam ingatan gueh.
Dengan segala hormat, bayangkan juragan-juragan sekalian berada di posisi gueh: seorang pelajar yang penuh semangat yang setiap hari membanting tulang di sekolah demi masa depan yang lebih baik. Setiap hari merupakan medan peperangan di mana sedikit kelengahan boleh menyebabkan kegagalan di kemudian hari. Dan dengan prinsip ini di kepala, juragan-juragan berangkat sekolah dengan semangat yang lebih membara daripada semangat '45 dan pulang sekolah dengan keletihan yang lebih sulit dihapuskan daripada korupsi di tanah air.
Juragan-juragan menyeret kaki selama seperempat jam dari kereta untuk mencapai kamar juragan-juragan. Kamar yang dinanti-nanti, kamar yang seharusnya membawa ketenangan jiwa dan menjadi tempat menanggalkan segala beban batin yang terakumulasi setelah menantang ajal di medan perang. Kamar yang selalu menguatkan hati Anda untuk mengakhiri setiap hari Anda sebagai seorang pemenang. Kamar yang menjadi tujuan Anda setiap kali Anda menapakkan kaki untuk berangkat setiap pagi. Kamar yang bisa Anda sebut rumah.
. . .
Dan tebak apa yang juragan-juragan lihat?

Roommate-roommate Anda sedang tertidur dengan pulasnya, disinari matahari yang lembut, dibelai oleh buaian angin yang hangat, dengan wajah yang dipenuhi oleh kedamaian yang begitu dashyat seakan semua orang di Indonesia telah berada di atas garis kemiskinan. Tidak ada jejak-jejak kelelahan ataupun kesulitan di kamar Anda. Tak terlupa, kasur Anda yang begitu Anda rindukan pun tak luput dari mereka: kasur Anda ditiduri tanpa permisi Anda. Anda diam terpaku di ambang pintu, merasakan tetesan-tetesan peluh merayap turun di leher Anda dan kemarahan memanjat naik keluar dari dalam dada Anda.
Merasakan aura membunuh yang cukup kuat, satu persatu pun mulai bangun. Juragan yang "meminjam" ranjang Anda pun berkata:
"Eh, gw pinjem ranjang lo yah. Thanks!"
. . .
Juragan yang tidur topless pun berkata:
"Uwoohh!! Gila tadi sekolah cape banget! Gw sampai ketiduran 3 jam gara-gara kecapean!"
. . .
Juragan yang satu lagi tidak bangun, menekankan sekali lagi kepada Anda bahwa dia benar-benar sedang pulas.
. . .
Dan Anda pun hanya bisa terdiam, tercengang akan ketidakadilan yang begitu pekat menghiasi hari-hari Anda.
AAAAAAAAAARRRRRRRRRGGGGHHHHHHHHHH!!!
Gueh benar-benar tidak mengerti mengapa ketidakadilan seakan menggencet gueh dan mengapa ketidakadilan itu bisa memakai orang-orang di sekitar gueh dengan mudahnya dan mengapa orang-orang di sekitar gueh malah terlihat menikmati ketidakadilan ini.
Akhir kata, terima kasih telah membaca post gueh yang ini. Patut gueh ingatkan sekali lagi bahwa tujuan gueh menulis ini adalah untuk menyampaikan kebencian saya, bukan untuk berusaha mengusulkan langkah-langkah untuk memberantas ketidakadilan. Sekali lagi terima kasih. Apabila ada kata yang tidak berkenan di hati juragan-juragan, harap dimengerti bahwa gueh sama sekali tidak menyesal since I mean everything I write here.
Wassalamualaikum, Tuhan memberkati.
hah~~ ga baik, ga baik...
Sunday, August 2, 2009
The encounter with the bad mood...
Frankly, I want to scream out loud right now. But instead, after considering my position as a fairly civilized person, I thought I should just write something here. As for those people expecting sarcastic jokes or some nonsense that you can just skim through : my deep apologies.
I don't know how to start, but then I thought I should just write down memories inside my head. It's quite important actually, just in case I start to forget them due to these troublesome something-went-wrong-in-me kind of problem I'm facing right now.
Let's see..
When it's raining, I always remember that day when I was still very young. My mother took me and my younger brother to my grandmother's house by a motorcycle. On our way home, it started raining very heavily. We stopped at some kind of restaurant and spent almost a few hours there waiting for the rain to have some mercy on us. And finally the storm was very much reduced to a friendly drizzle, and we continued our journey home. Why do I always remember that? Hmmm.. I strongly feel that it is because I kinda miss my mother's attempt to calm my brother's and my anxiety about being unable to get home soon. hahaha
Everytime I see my guitar I remember this : It was a family vacation at Pangandaran and I was still very very young. In one of the nights, my uncle, my mother and I were on the bed. My uncle was trying to figure out the chords for the song whose lyrics were like "anak bungsu pergi ke negeri orang, tinggalkan bapanya mengeluh etc etc". I was singing it and my uncle basically depended on my singing to figure out the chords with his guitar. We were at the very last line already when surprisingly my uncle couldn't get the notes right. Then, I blanked out : I fell asleep. Then I woke up with all the lights off and nobody around me. I forgot whether I cried or not, but I think I went back to sleep again. Later I found out that all the people went for dinner and left me alone.
Everytime I feel like crying, I always remember that time when I was still in primary school. It was Saturday night, and in that period of time, usually my father, my younger brother and I go for a swim on Saturday nights. However, it was only a few months after my younger sister was born. My mother was kinda going crazy with all the stuff she had to take care of (principally her three kids, especially the newborn) and she was obviously not happy when my father came home from work that evening and decided to immediately leave again for a swim. He forced me to go, but I swear I did not want to. When the three of us left, my mother was at the door, waving goodbye at us which were in the car. Even an idiot could tell she was definitely upset and angry. And in the car, I literally cried over how my father could be so ignorant and heartless. And I remember the next time I cried was years after this one.
In my entire life, I have told this to only one person : my purpose of life has got something to do with one of my cousins. I promised that I will become successful and rich, and the second person that will benefit from it will be him (the first one will be me la duh). Now and then I remind myself of this. You know, it's one of the few things in my life that keep me going. What about my cousin? Nah, 2 people knowing it is more than enough already...
Yeah.. I feel better now, enough of these unimportant stories of mine. Anyway, continuing them would have just been useless, because my mind has been filled with some monotonous subjects in some monotonous areas around some monotonous individuals lately, making me unable to tell interesting stories.
hah~~ ga baik, ga baik...
I don't know how to start, but then I thought I should just write down memories inside my head. It's quite important actually, just in case I start to forget them due to these troublesome something-went-wrong-in-me kind of problem I'm facing right now.
Let's see..
When it's raining, I always remember that day when I was still very young. My mother took me and my younger brother to my grandmother's house by a motorcycle. On our way home, it started raining very heavily. We stopped at some kind of restaurant and spent almost a few hours there waiting for the rain to have some mercy on us. And finally the storm was very much reduced to a friendly drizzle, and we continued our journey home. Why do I always remember that? Hmmm.. I strongly feel that it is because I kinda miss my mother's attempt to calm my brother's and my anxiety about being unable to get home soon. hahaha
Everytime I see my guitar I remember this : It was a family vacation at Pangandaran and I was still very very young. In one of the nights, my uncle, my mother and I were on the bed. My uncle was trying to figure out the chords for the song whose lyrics were like "anak bungsu pergi ke negeri orang, tinggalkan bapanya mengeluh etc etc". I was singing it and my uncle basically depended on my singing to figure out the chords with his guitar. We were at the very last line already when surprisingly my uncle couldn't get the notes right. Then, I blanked out : I fell asleep. Then I woke up with all the lights off and nobody around me. I forgot whether I cried or not, but I think I went back to sleep again. Later I found out that all the people went for dinner and left me alone.
Everytime I feel like crying, I always remember that time when I was still in primary school. It was Saturday night, and in that period of time, usually my father, my younger brother and I go for a swim on Saturday nights. However, it was only a few months after my younger sister was born. My mother was kinda going crazy with all the stuff she had to take care of (principally her three kids, especially the newborn) and she was obviously not happy when my father came home from work that evening and decided to immediately leave again for a swim. He forced me to go, but I swear I did not want to. When the three of us left, my mother was at the door, waving goodbye at us which were in the car. Even an idiot could tell she was definitely upset and angry. And in the car, I literally cried over how my father could be so ignorant and heartless. And I remember the next time I cried was years after this one.
In my entire life, I have told this to only one person : my purpose of life has got something to do with one of my cousins. I promised that I will become successful and rich, and the second person that will benefit from it will be him (the first one will be me la duh). Now and then I remind myself of this. You know, it's one of the few things in my life that keep me going. What about my cousin? Nah, 2 people knowing it is more than enough already...
Yeah.. I feel better now, enough of these unimportant stories of mine. Anyway, continuing them would have just been useless, because my mind has been filled with some monotonous subjects in some monotonous areas around some monotonous individuals lately, making me unable to tell interesting stories.
hah~~ ga baik, ga baik...
Wednesday, July 1, 2009
The encounter with a box
Setelah merasa kebosanan untuk beberapa menit yang terasa seperti beberapa milenium, gueh jadi teringat salah satu hal yang paling menarik di kamar gueh. Kotak-kotak container juragan Mr16! Mungkin dari luar mereka nampak sangat lazim dan ordinary, but on the inside... I'll show it to you and you'll know what I'm talking about.
Salah satunya berbentuk persegi panjang dan transparan. Dari atas, kotak ini terlihat seperti kotak obat, dari bawah terlihat seperti kotak menjahit, dari salah satu sisinya terlihat seperti kotak stationery. Let's open it.
3 helai lap kacamata
1 botol Autan
12 Name tags kecil-kecil yang supposedly ditempelin di buku,I guess..
2 jarum jahit yang tersemat sepotong kain flanel kuning
2 gulung benang hitam
1 gulung benang coklat
1 sisir hitam berharga 1500 rupiah
1 sewing kit pack kecil yang berisi 1 jarum, 1 peniti, 1 kancing, dan benang 4 warna-merah,putih,krem,coklat
2 kantung kedap udara kecil yang kosong
1 gantungan kunci
1 obeng kacamata warna kuning
3 kunci identik yang digantung sama-sama
2 karet gelang
1...WTH, pegorek kuping yang patah jadi dua
1 karet gelang putus
1 kotak tusuk gigi
1 kotak bagus kapur ajaib
1 gulung selotip
1 pincher pencabut rambut
YUP, gueh sempet kepikiran kantong ajaib juga waktu nghebaca ulang post ini...
hah~~ ga baik, ga baik...
Salah satunya berbentuk persegi panjang dan transparan. Dari atas, kotak ini terlihat seperti kotak obat, dari bawah terlihat seperti kotak menjahit, dari salah satu sisinya terlihat seperti kotak stationery. Let's open it.
3 helai lap kacamata
1 botol Autan
12 Name tags kecil-kecil yang supposedly ditempelin di buku,I guess..
2 jarum jahit yang tersemat sepotong kain flanel kuning
2 gulung benang hitam
1 gulung benang coklat
1 sisir hitam berharga 1500 rupiah
1 sewing kit pack kecil yang berisi 1 jarum, 1 peniti, 1 kancing, dan benang 4 warna-merah,putih,krem,coklat
2 kantung kedap udara kecil yang kosong
1 gantungan kunci
1 obeng kacamata warna kuning
3 kunci identik yang digantung sama-sama
2 karet gelang
1...WTH, pegorek kuping yang patah jadi dua
1 karet gelang putus
1 kotak tusuk gigi
1 kotak bagus kapur ajaib
1 gulung selotip
1 pincher pencabut rambut
YUP, gueh sempet kepikiran kantong ajaib juga waktu nghebaca ulang post ini...
hah~~ ga baik, ga baik...
The encounter with the 1-week LOA
LOA adalah akronim dari Leave Of Absence, sejenis surat legal yang dianugerahkan kepada orang-orang yang, di konteks keseharian sekarang di negara ini, memegang ancaman untuk menularkan penyakitnya atau pun sekadar ketidakenakan badannya kepada oang lain.
Well, at least it is what I basically see it as, setelah mengesampingkan fakta bahwa liburan gueh bertambah satu minggu karenanya. Dan mengapakah gueh bisa dapat LOA yang cukup didambakan banyak orang itu? Simpel saja, hari pertama exam gueh ada maths sama geography. Gueh gak tidur buat belajar... Yes, BELAJAR... Paginya nyampe sekolah gueh anget-anget dikit ditambah tenggorokan gatel-gatel dikit. BAM. Masuk infirmary sekolah dan ujung-ujungnya dibawa ke dokter dan di"minta" tidak datang ke sekolah selama satu minggu ke depannya.
Dan lucunya, gueh dianter ke dokter sama sang Ibu Wakil Kepala Sekolah. Gueh disetirin, dibayarin ongkos dokternya, ditawarin makan, sampai dianterin balik hostel.. Gueh jadi agak menyesal for stretching the truth a little before her. Perkaranya, gueh dikasih tahu sama sang IWKS bahwa gueh gak boleh ngambil exam, terus gueh ditanya "How do you feel about it? Are you disappointed?". Lha, yang namanya gak usah ngambil exam, TENTU SAJA gueh menyesal. Wong udah belajar semalam suntuk ngapelin kerjaannya Juragan McKaporit, Alfred Wegener dkk, masa gueh gak menyesal ga jadi ngambil exam-nya?
...
The problem was with the next question she asked me.
"You studied hard for the exams right? You must feel disappointed lar.."
I nod my head, vigorously, illuminating the passion that once burnt so lively but just died off because I would not BE ABLE to take the exams.
I lied, the truth is, the passion inside me explodes, fueled with such joy, bliss, and peace after hearing I would not NEED to take the exams. So sorry, Ma'am.
So I carried on with my life, and my slacking. Tiap hari kerjaan gueh menasihati orang untuk segera belajar, bahwa exam besok akan mempersiapkan diri kita untuk exam selanjutnya, bahwa sudah sepatutnya kita mencurahkan seluruh tenaga dalam exam ini soalnya it's worth it, bahwa mau sesusah apapun soal yang keluar,semuanya pasti passable.. But I didn't tell my roommates one thing, bahwa NOTHING beats tidur terlelap dikelilingi orang yang sedang mugging.
But often gueh merasa mendengar raungan kemarahan dan kejijikan atau teriakan-teriakan angkara murka ketika gueh lagi tidur... Figures.
And right now, gueh sendirian di kamar gueh, gak ada kerjaan. Setelah bongkar-bongkar sana sini (basically cuma tas juragan Mr16), akhirnya gueh menemukan sesuatu yang menarik: Label-label makanan di tanah air.
TELUR GABUS special YAAAHUI
Kacang Shanghai cap. KURA-KURA NINJA
Kacang Bandung cap. KURA-KURA NINJA
...
Oh, cuma segitu, ga ada kacang mete, kacang bogor, atau kacang-kacangan lainnya..
Betapa memprihatinkan! Kalo begini terus, kapan kita bakal punya merek makanan yang seenggaknya tedengar keren untuk diucapkan? Let me point out some previous attempts.
Biskuat. Mungkin kalo ada bule ngeliat iklannya,dia bakal nanya "Do Indonesians muscats look like tigers?"
Es Krim Moo. Sekalian aja bikin chicken nugget Kokokpetok.
GAH! bosan!
hah~~ ga baik, ga baik...
Well, at least it is what I basically see it as, setelah mengesampingkan fakta bahwa liburan gueh bertambah satu minggu karenanya. Dan mengapakah gueh bisa dapat LOA yang cukup didambakan banyak orang itu? Simpel saja, hari pertama exam gueh ada maths sama geography. Gueh gak tidur buat belajar... Yes, BELAJAR... Paginya nyampe sekolah gueh anget-anget dikit ditambah tenggorokan gatel-gatel dikit. BAM. Masuk infirmary sekolah dan ujung-ujungnya dibawa ke dokter dan di"minta" tidak datang ke sekolah selama satu minggu ke depannya.
Dan lucunya, gueh dianter ke dokter sama sang Ibu Wakil Kepala Sekolah. Gueh disetirin, dibayarin ongkos dokternya, ditawarin makan, sampai dianterin balik hostel.. Gueh jadi agak menyesal for stretching the truth a little before her. Perkaranya, gueh dikasih tahu sama sang IWKS bahwa gueh gak boleh ngambil exam, terus gueh ditanya "How do you feel about it? Are you disappointed?". Lha, yang namanya gak usah ngambil exam, TENTU SAJA gueh menyesal. Wong udah belajar semalam suntuk ngapelin kerjaannya Juragan McKaporit, Alfred Wegener dkk, masa gueh gak menyesal ga jadi ngambil exam-nya?
...
The problem was with the next question she asked me.
"You studied hard for the exams right? You must feel disappointed lar.."
I nod my head, vigorously, illuminating the passion that once burnt so lively but just died off because I would not BE ABLE to take the exams.
I lied, the truth is, the passion inside me explodes, fueled with such joy, bliss, and peace after hearing I would not NEED to take the exams. So sorry, Ma'am.
So I carried on with my life, and my slacking. Tiap hari kerjaan gueh menasihati orang untuk segera belajar, bahwa exam besok akan mempersiapkan diri kita untuk exam selanjutnya, bahwa sudah sepatutnya kita mencurahkan seluruh tenaga dalam exam ini soalnya it's worth it, bahwa mau sesusah apapun soal yang keluar,semuanya pasti passable.. But I didn't tell my roommates one thing, bahwa NOTHING beats tidur terlelap dikelilingi orang yang sedang mugging.
But often gueh merasa mendengar raungan kemarahan dan kejijikan atau teriakan-teriakan angkara murka ketika gueh lagi tidur... Figures.
And right now, gueh sendirian di kamar gueh, gak ada kerjaan. Setelah bongkar-bongkar sana sini (basically cuma tas juragan Mr16), akhirnya gueh menemukan sesuatu yang menarik: Label-label makanan di tanah air.
TELUR GABUS special YAAAHUI
Kacang Shanghai cap. KURA-KURA NINJA
Kacang Bandung cap. KURA-KURA NINJA
...
Oh, cuma segitu, ga ada kacang mete, kacang bogor, atau kacang-kacangan lainnya..
Betapa memprihatinkan! Kalo begini terus, kapan kita bakal punya merek makanan yang seenggaknya tedengar keren untuk diucapkan? Let me point out some previous attempts.
Biskuat. Mungkin kalo ada bule ngeliat iklannya,dia bakal nanya "Do Indonesians muscats look like tigers?"
Es Krim Moo. Sekalian aja bikin chicken nugget Kokokpetok.
GAH! bosan!
hah~~ ga baik, ga baik...
Sunday, May 24, 2009
3 hal yang paling gueh benci di kamar gueh, so far... (part 1)
Sebelum gueh mulai list-nya, gueh harus tekankan sekali lagi bahwa list ini tidak disusun in order of honour. Gueh sama sekali tidak meng-imply bahwa barang pertama adalah barang yang paling gueh benci dan barang terakhir adalah barang yang least gueh benci. Tidak. I HATE THEM ALL EQUALLY.

Pertama, guess what? Sesuatu yang selalu mampu membangunkan gueh dari tidur without fail. Entah itu pagi, siang, bahkan tengah malam, benda ini selalu setia dan tidak pernah gagal membawa gueh balik ke dunia nyata. Yup, ladies and gentleman, I present you, handphone juragan Mr16 yang lama! Tetapi, bagaimana pun juga, sebagai seorang gentleman, kebencian gw tidak diarahkan secara membabibuta towards the bloody handphone, melainkan kepada a particular song yang ada di dalam benda maksiat ini.
...
Ahh... kenangan-kenangan menyakitkan mulai memenuhi cranium gw...
Imagine this : pagi-pagi buta, kekurangan tidur gara-gara berusaha nyalin homework semalaman, di saat-saat anda memerlukan setiap detik yang available untuk dipake tidur, muncul sebuah lagu di kejauhan.. sayup-sayup.. dan perlahan-lahan, tanpa anda sadari, lagu itu mendekat, menghisap anda kembali ke dunia yang anda sangat ingin tinggalkan barang sejenak..
"Cek cek cek, becek, becek,.... udah becek, ga ada ojek, becek, ojek, becek ,ojek, becek..........."
GGUUUUUUUUUUUOOOOOOOOOOHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
Gueh bener-bener MENYESAL bahwa gueh dulu pernah menganggap lagu ini merupakan nyanyian kecak yang digubah secara modern, menyesal, DENGAN SANGAT. Lagu kaya gini tuh cocoknya dipake buat ngebangunin tentara di markas militer. Kenapa? Soalnya, menurut gueh, orang waras manapun pasti memilih untuk susah payah bangun daripada jadi sedeng overnight.
Dan kenapa lebih dari setengah liriknya adalah syllable "cek" dan "jek"?!? Oh man! Emang orang setengah ang moh kaga bisa ngomong kata-kata lain selain dua suku kata itu? Atau cuma memang dua suku kata itu yang paling cocok untuk menonjolkan aksen mereka yang kayak kompeni berusaha ngomong sama suku asmat? And as if the singer has ever mencari ojek beneran!!!
Ah, gw baru ingat! Penyanyinya juga katanya ngebacain teks pancasila di upacara peringatan hari pancasila di kediaman salah satu keturunannya Bung Karno. Gila, pertama gueh denger gueh kira sang penyanyi ngebacain proklamasi waktu upacara tujuhbelasan di istana negara! And the chain of thoughts continued : Salut buat juragan-juragan petinggi negara kita! They got style siah! Mungkin bapak-bapak juragan udah nyadar kalo selama ini walaupun upacaranya disiarin live di hampir semua stasiun televisi, angger weh euweuh nu lalajo*. Jadi biar stasiun-stasiun televisi gak terlalu merugi, jadi lah upacara kenegaraan kita dipermak dikit.. Walaupun gueh gak pernah nonton langsung (yeah, sometimes I go with the majority..) gueh bisa membayangkan bahwa dengan kehadiran sang penyanyi, upacaranya boleh menjadi lebih khidmat dan menghibur, para pihak pertelevisian bisa menjala laba tanpa banyak usaha (even the commentator stays quiet most of the time while he is actually paid to blab!), dan lebiiiiiiiiih banyak penduduk tanah air yang hafal teks proklamasi -- remixed version.
"Proklamasi. Caymee, Bangsa Indonaysya, dengan menyathakan (with the stress on "tha") kemerdekaan Indonehsya..."
Sekalian aja bikin Sumpah Pemuda versi remixed...
"Caymee, poo-tray poo-tray Indonaysya..."
...
ANYWAY, I HATE THIS SONG and it might never change. The credit goes to juragan Mr16 yang sudah menunjukkan kepada gw bahwa nyatanya ada beberapa hal di dunia ini yang memang layak untuk dibenci, love you bro!
Tapi, gueh juga mengerti penderitaan yang diterima handphone ini. Especially mengingat bahwa juragan Mr16 punya keahlian men-snooze alarm hp-nya sambil tetap terlelap. Gimana caranya? Well, gueh gak tahu apa yang terjadi di dalam kepalanya si juragan ketika fenomena ini terjadi, tetapi apa yang gueh saksikan terbukti cukup menarik. Begitu alarm-nya bunyi, hp tua yang malang ini langsung di renggut oleh tangan sang juragan pemilik dan diremas-remas haphazardly sampai tombol snooze-nya somehow tertekan. And everything is done unconsciously, clean and quick. Efek sampingnya? Tiga tombolnya rusak, kaga bisa dipencet anymore. Dan ditambah applicationnya yang gak bisa dibuka sama sekali karena terlalu banyak yang di-install, sang juragan memutuskan bahwa it is time it retired...
Adios handphone! You will always be in my heart...the darker side of it. And do not forget that your being replaced is for the greater good; pengorbananmu begitu berharga sampai-sampai gueh bakal terus-terusan merasa resah dan tidak bisa tidur tenang lagi jikalau pengorbanan ini tidak ada...
...
Shit, handphone barunya sang juragan ada lagu yang sama ga yah?
hah~~ ga baik, ga baik...
*tetep ajah ga ada yang nonton

Pertama, guess what? Sesuatu yang selalu mampu membangunkan gueh dari tidur without fail. Entah itu pagi, siang, bahkan tengah malam, benda ini selalu setia dan tidak pernah gagal membawa gueh balik ke dunia nyata. Yup, ladies and gentleman, I present you, handphone juragan Mr16 yang lama! Tetapi, bagaimana pun juga, sebagai seorang gentleman, kebencian gw tidak diarahkan secara membabibuta towards the bloody handphone, melainkan kepada a particular song yang ada di dalam benda maksiat ini.
...
Ahh... kenangan-kenangan menyakitkan mulai memenuhi cranium gw...
Imagine this : pagi-pagi buta, kekurangan tidur gara-gara berusaha nyalin homework semalaman, di saat-saat anda memerlukan setiap detik yang available untuk dipake tidur, muncul sebuah lagu di kejauhan.. sayup-sayup.. dan perlahan-lahan, tanpa anda sadari, lagu itu mendekat, menghisap anda kembali ke dunia yang anda sangat ingin tinggalkan barang sejenak..
"Cek cek cek, becek, becek,.... udah becek, ga ada ojek, becek, ojek, becek ,ojek, becek..........."
GGUUUUUUUUUUUOOOOOOOOOOHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH
Gueh bener-bener MENYESAL bahwa gueh dulu pernah menganggap lagu ini merupakan nyanyian kecak yang digubah secara modern, menyesal, DENGAN SANGAT. Lagu kaya gini tuh cocoknya dipake buat ngebangunin tentara di markas militer. Kenapa? Soalnya, menurut gueh, orang waras manapun pasti memilih untuk susah payah bangun daripada jadi sedeng overnight.
Dan kenapa lebih dari setengah liriknya adalah syllable "cek" dan "jek"?!? Oh man! Emang orang setengah ang moh kaga bisa ngomong kata-kata lain selain dua suku kata itu? Atau cuma memang dua suku kata itu yang paling cocok untuk menonjolkan aksen mereka yang kayak kompeni berusaha ngomong sama suku asmat? And as if the singer has ever mencari ojek beneran!!!
Ah, gw baru ingat! Penyanyinya juga katanya ngebacain teks pancasila di upacara peringatan hari pancasila di kediaman salah satu keturunannya Bung Karno. Gila, pertama gueh denger gueh kira sang penyanyi ngebacain proklamasi waktu upacara tujuhbelasan di istana negara! And the chain of thoughts continued : Salut buat juragan-juragan petinggi negara kita! They got style siah! Mungkin bapak-bapak juragan udah nyadar kalo selama ini walaupun upacaranya disiarin live di hampir semua stasiun televisi, angger weh euweuh nu lalajo*. Jadi biar stasiun-stasiun televisi gak terlalu merugi, jadi lah upacara kenegaraan kita dipermak dikit.. Walaupun gueh gak pernah nonton langsung (yeah, sometimes I go with the majority..) gueh bisa membayangkan bahwa dengan kehadiran sang penyanyi, upacaranya boleh menjadi lebih khidmat dan menghibur, para pihak pertelevisian bisa menjala laba tanpa banyak usaha (even the commentator stays quiet most of the time while he is actually paid to blab!), dan lebiiiiiiiiih banyak penduduk tanah air yang hafal teks proklamasi -- remixed version.
"Proklamasi. Caymee, Bangsa Indonaysya, dengan menyathakan (with the stress on "tha") kemerdekaan Indonehsya..."
Sekalian aja bikin Sumpah Pemuda versi remixed...
"Caymee, poo-tray poo-tray Indonaysya..."
...
ANYWAY, I HATE THIS SONG and it might never change. The credit goes to juragan Mr16 yang sudah menunjukkan kepada gw bahwa nyatanya ada beberapa hal di dunia ini yang memang layak untuk dibenci, love you bro!
Tapi, gueh juga mengerti penderitaan yang diterima handphone ini. Especially mengingat bahwa juragan Mr16 punya keahlian men-snooze alarm hp-nya sambil tetap terlelap. Gimana caranya? Well, gueh gak tahu apa yang terjadi di dalam kepalanya si juragan ketika fenomena ini terjadi, tetapi apa yang gueh saksikan terbukti cukup menarik. Begitu alarm-nya bunyi, hp tua yang malang ini langsung di renggut oleh tangan sang juragan pemilik dan diremas-remas haphazardly sampai tombol snooze-nya somehow tertekan. And everything is done unconsciously, clean and quick. Efek sampingnya? Tiga tombolnya rusak, kaga bisa dipencet anymore. Dan ditambah applicationnya yang gak bisa dibuka sama sekali karena terlalu banyak yang di-install, sang juragan memutuskan bahwa it is time it retired...
Adios handphone! You will always be in my heart...the darker side of it. And do not forget that your being replaced is for the greater good; pengorbananmu begitu berharga sampai-sampai gueh bakal terus-terusan merasa resah dan tidak bisa tidur tenang lagi jikalau pengorbanan ini tidak ada...
...
Shit, handphone barunya sang juragan ada lagu yang sama ga yah?
hah~~ ga baik, ga baik...
*tetep ajah ga ada yang nonton
Saturday, April 4, 2009
The encounter with the 10-hour-long sleep.
Gueh tahu gak semua orang menyadarinya, tapi kalo seseorang udah ga pernah punya tidur yang memuaskan dahaga jiwa dan raga selama kurang lebih beberapa minggu, dia bakal merasakan such a pencerahan ilahi ketika bangun dari tidur yang cukup lama. Badan yang kaku-kaku dan lunglai, suara yang serak-serak basah, mata penuh kotoran hijau yang lengket-lengket, otak yang berjalan pelan namun lebih tajam, ketiadaan keinginan untuk tidur lagi... ahhh~~ indahnya tidur lama...
Namun, di balik semuanya itu, gueh cukup khawatir dengan apa yang terjadi di saat gueh tidur. Gimana engga? Setiap hari gueh tidur seranjang sama lebih dari selusin laron-laron yang nampaknya lagi sakaw dan meluap-luap nafsunya...At least when they are still, you know, alive... Sekali mendarat, mereka langsung jatuh jungkir balik, memelantingkan diri di atas ranjang gueh dan seketika menggelepar-gelepar untuk mendekati tubuh gueh. Dan with nafsu yang tidak kalah besarnya, gueh dengan semangat mijit tubuh mereka satu persatu sampai gueh bisa merasakan keringat mereka (or is it their blood?) di ujung jemari gueh. Dan dengan semua aktivitas sejenis, setiap malam gueh merupakan malam yang panas dan menggairahkan. Tapi tetep aja, gueh ga cukup yakin kalo waktu gueh udah tidur masih ada kenalan-kenalan mereka yang dateng minta jatah dari gueh. Nobody knows what a legion of angry, unsatisfied larons can do...
And just when I thought that I could go through my nights with only a little bit of finger exercises, datanglah weekly aggression of tawon di kamar gueh. Gueh sebut weekly kerana mereka datang sekurang-kurangnya satu hari seminggu dan gueh sebut aggression kerana mereka selalu datang dalam jumlah yang lebih banyak setelah banyak kawan-kawannya yang gugur di medan pertempuran. Tapi, di malam-malam seperti itu, setelah mengesampingkan lantunan ayat yashin, gw lebih merasa terganggu dengan apa yang juragan-juragan di kamar gueh lakukan:
Ada yang berteriak-teriak histeris dan lari pontang panting di kamar sebelum akhirnya kabur keluar kamar...
Ada yang tanpa banyak bacot langsung kabur...
Ada yang ribut-ribut sendiri tanpa melakukan tindakan preventive apapun kecuali nge-spot posisi mereka. "Di tas! Di deket lampu!! Di belakang lo!!! Di meja lo!!!! Di atas ranjang!!!!!!!" dst dst...
Ada yang bersusah payah menghindari mereka dengan alasan "ga tega membunuh serangga", even though gueh tahu bahwa sang juragan hanya sekedar ga berani menghadapi mereka one-on-one...
Ada yang dengan cool-nya "Apa sih?? cuman tawon doank!!" walaupun sang juragan selalu sibuk mengecek posisi para tawon setiap 5 detik sekali...
...
And yes indeed!! I am always left to do all the dirty job...
Biasanya berbekalkan buku Literature-nya juragan Panfield, gueh kurang lebih butuh sekitar 5 menit untuk meng-"secure & neutralize" kamar gueh. I always try to keep it short and sweet, ga peduli sang tawon lagi ngadep Ka'bah atau engga. They will eventually get to see Ka'bah dari atas sana koq, sooner than they think they would...
Dan setelah segalanya berakhir, the view of my war torn room always makes me ngantuk berat lagi. Semua sayap-sayap, kaki-kaki, dan cairan-cairan berwarna-warni yang bertebaran di lantai selalu mengingatkan gueh akan semua kerja keras yang telah gueh lakukan dan bahwa gueh deserve another 10-hour-long sleep.. or maybe two.. Jadi, in the end of the day gueh bakal tidur lagi dengan harapan gueh bakal bangun 10 jam selanjutnya, walaupun gueh sadar penuh bahwa hal itu gak akan terjadi lagi dalam waktu dekat ini.
hah~~ ga baik, ga baik...
Namun, di balik semuanya itu, gueh cukup khawatir dengan apa yang terjadi di saat gueh tidur. Gimana engga? Setiap hari gueh tidur seranjang sama lebih dari selusin laron-laron yang nampaknya lagi sakaw dan meluap-luap nafsunya...At least when they are still, you know, alive... Sekali mendarat, mereka langsung jatuh jungkir balik, memelantingkan diri di atas ranjang gueh dan seketika menggelepar-gelepar untuk mendekati tubuh gueh. Dan with nafsu yang tidak kalah besarnya, gueh dengan semangat mijit tubuh mereka satu persatu sampai gueh bisa merasakan keringat mereka (or is it their blood?) di ujung jemari gueh. Dan dengan semua aktivitas sejenis, setiap malam gueh merupakan malam yang panas dan menggairahkan. Tapi tetep aja, gueh ga cukup yakin kalo waktu gueh udah tidur masih ada kenalan-kenalan mereka yang dateng minta jatah dari gueh. Nobody knows what a legion of angry, unsatisfied larons can do...
And just when I thought that I could go through my nights with only a little bit of finger exercises, datanglah weekly aggression of tawon di kamar gueh. Gueh sebut weekly kerana mereka datang sekurang-kurangnya satu hari seminggu dan gueh sebut aggression kerana mereka selalu datang dalam jumlah yang lebih banyak setelah banyak kawan-kawannya yang gugur di medan pertempuran. Tapi, di malam-malam seperti itu, setelah mengesampingkan lantunan ayat yashin, gw lebih merasa terganggu dengan apa yang juragan-juragan di kamar gueh lakukan:
Ada yang berteriak-teriak histeris dan lari pontang panting di kamar sebelum akhirnya kabur keluar kamar...
Ada yang tanpa banyak bacot langsung kabur...
Ada yang ribut-ribut sendiri tanpa melakukan tindakan preventive apapun kecuali nge-spot posisi mereka. "Di tas! Di deket lampu!! Di belakang lo!!! Di meja lo!!!! Di atas ranjang!!!!!!!" dst dst...
Ada yang bersusah payah menghindari mereka dengan alasan "ga tega membunuh serangga", even though gueh tahu bahwa sang juragan hanya sekedar ga berani menghadapi mereka one-on-one...
Ada yang dengan cool-nya "Apa sih?? cuman tawon doank!!" walaupun sang juragan selalu sibuk mengecek posisi para tawon setiap 5 detik sekali...
...
And yes indeed!! I am always left to do all the dirty job...
Biasanya berbekalkan buku Literature-nya juragan Panfield, gueh kurang lebih butuh sekitar 5 menit untuk meng-"secure & neutralize" kamar gueh. I always try to keep it short and sweet, ga peduli sang tawon lagi ngadep Ka'bah atau engga. They will eventually get to see Ka'bah dari atas sana koq, sooner than they think they would...
Dan setelah segalanya berakhir, the view of my war torn room always makes me ngantuk berat lagi. Semua sayap-sayap, kaki-kaki, dan cairan-cairan berwarna-warni yang bertebaran di lantai selalu mengingatkan gueh akan semua kerja keras yang telah gueh lakukan dan bahwa gueh deserve another 10-hour-long sleep.. or maybe two.. Jadi, in the end of the day gueh bakal tidur lagi dengan harapan gueh bakal bangun 10 jam selanjutnya, walaupun gueh sadar penuh bahwa hal itu gak akan terjadi lagi dalam waktu dekat ini.
hah~~ ga baik, ga baik...
Subscribe to:
Posts (Atom)